Faktor-faktor yang menyebabkan kohesivitas kelompok

Kohesivitas kelompok terbentuk karena adanya daya tarik antar anggota kelompok atau kelompok itu sendiri. Pada beberapa kelompok, ikatan diantara anggota-anggota kuat dan menetap. Pada kelompok lain ikatan tersebut merenggang, dengan hilangnya rasa “berkelompok” dan semakin lama anggota-anggotanya cenderung memisahkan diri.

Albert Myers (dalam Ahmadi, 2002) berdasarkan eksperimen yang dilakukan terhadap sejumlah regu tembak yang dipertandingkan, menyimpulkan bahwa ancaman dapat menimbulkan dan meningkatkan kohesivitas.

 

McDougall (dalam Sarwono, 2005)

menyimpulkan bahwa kohesivitas kelompok dapat tumbuh jika ada faktor-faktor yang menimbulkannya, yaitu:

  1. Kelangsungan keberadaan kelompok (berlanjut untuk waktu yang lama) dalam arti keanggotaan dan peran setiap anggota.
  2. Adanya tradisi, kebiasaan, dan adat.
  3. Ada organisasi dalam kelompok.
  4. Kesadaran diri kelompok, yaitu setiap anggota tahu siapa saja yang termasuk dalam kelompok, bagaimana caranya ia berfungsi dalam kelompok,bagaimana struktur dalam kelompok, dan sebagainya.
  5. Pengetahuan tentang kelompok.
  6. Keterikatan (attachment) kepada kelompok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: